"Zaman sudah modern" bahasa cari-cari alasan untuk membantah orang tua. Suatu ketika saya pernah mengundang seorang sahabat untuk menghadiri pesta pernikahan; "mas undangannya via sms aja ya" kata saya kala itu, lantas dengan bercanda dia juga menjawab "oh gak papa Pri, nanti saya juga datang lewat sms ya",  (sambil terkekeh). 
Di era digital ini undangan pernikahan juga ikutan modernisasi, pasti kita pernah menerima RSVP melalui akun facebook. Pertanyaanya, berapa besarkah respon  orang terhadap undangan yang dikirim melalui facebook atau jejaring sosial lain? atau, Pernahkah kita menghadiri pesta pernikahan orang lain untuk memenuhi undangan melalui fb? Kalau saya sendiri "pernah", hanya saja tidak semuanya. Soal efektifitas, saya rasa tetap kurang efektif karena banyak orang menganggap undangan seperti itu main-main saja.
pesan pernikahan
Dalam membuat sebuah undangan pernikahan sangat disarankan untuk tetap menjunjung tinggi budaya dan adat. Setiap adat memiliki tata cara khusus dalam mengundang. Contohnya; Adat Karo, untuk mengundang warga sekampung cukup dengan mendatangi rumah-rumah warga tanpa memberikan kertas undangan, jadi undangan hanya disampaikan secara lisan, orang yang mengundang biasanya membawa sirih. Begitu juga dengan adat Minangkabau, selain warga sekampung maka sanak famili dekat juga tidak lazim diundang dengan kartu / kertas undangan.

Lain adat lain pula tata cara mengundangnya, sebagai warga negara Indonesia kita pasti terikat dengan salah satu adat istiadat yang ada di negeri ini. Walaupun lita seorang blasteran antar suku atau bangsa, tetap saja orang tua kita berasal dari suku. Menghargai suku sendiri itu sangat baik, jika bukan kita yang menghargai siapa lagi. Salah satu warisan paling berharga dari nenek moyang adalah adat istiadat, tanpa adanya adat ini mungkin kita sudah tidak mengenal rasa malu.

Walaupun kita akan memesan undangan unik, alangkah baiknya unsur budaya tetap dimasukkan. Walaupun zaman sudah modern janganlah meninggalkan nilai-nilai kebudayaan, kita hanya perlu menyesuaikannya atau "memodernisasi" (istilah anak kuliahannya). Banyak kok contoh undangan adat yang modern, coba datangi saja salah satu pembuat undangan terdekat dari rumah kita, pasti disana banyak model undangan adat yang modern. 

Dalam mencetaknya juga jangan berlebihan, tetapkan terlebih dahulu nama-nama orang yang akan di undang baru memesan undangan, jangan sebaliknya. Tapi kebanyakan kita sekarang ini lebih dulu memesan undangan baru melisting orang-orang yang akan diundang, ujung-ujungnya bakal banyak sahabat dan orang terdekat yang lupa diundang. Setelah melisting jumlah tamu maka pesanlah undangan, lebihkan 10% dari jumlah tamu yang sudah dilist, hal ini untuk jaga-jaga kalau ada nama yang ketinggalan.

Harga sebuah undangan pernikahan sangat bergantung pada model dan jenis bahan yang digunakan, semakin bagus bahannya maka semakin mahal harganya. Hanya saja satu prinsip yang perlu ditnamakan dari awal, yakni undangan yang akan kita bagikan pasti bakalan masuk tong sampah para tamu. Sebagus dan seunik apapun itu yang pasti saya tidak pernah mengkoleksinya. Oleh karena itu, alangkah bijak jika kita memesan undangan yang murah dan sederhana saja.

Labels:

Undangan pernikahan di zaman modern pada blog pernikahan tanggal Thursday, March 6, 2014 demikianlah Undangan pernikahan di zaman modern ditulis oleh P Singarimbun


by @ 4:23 AM   Contact Author